Kamis, 27 Agustus 2009

Sorry I Love . . .

“Sorry I LoVe...”

Seperti biasa, setiap tahun sekolahku mengadakan berbagai perlombaan untuk memperingati hari kemerdekaan.aku tidak mengikuti perlombaan itu, setelah kegiatan rutinitas sekolah,perlombaan pun dimulai.namun setelah ditengah aktifitas aku mendengar suara wanita yang melolong kesakitan dan sangat membutuhkan bantuan. Aku kelihangan konsentrasi,aku kehilangan kendali.aku tidak bias berfikir tenang.aku bingung ingin sekali aku menolongnya tapi, apa yang harus aku perbuat, aku takut kena marah guru.akhirnya selesai juga, suara itupun telah lenyap. Kami semua bubar menuju kelas masing – masing.
Perlombaan segera dimulai. Aku bergabung bersama teman – temanku.
“Assalamu’alaikum “ seruku ketika masuk ke kelas sebelah. Kulangkahkan kakiku mendekati teman – temanku.kududuk disalah satu bangku yang tak jauh dari mereka.

“lomba segera dimulai, kelasku udah kelapangan, kita kelapangan yu’ ntar dimarahin guru.” Ajakku

“ gimana ratih, dia sakit ditinggal ya kasian, aku nggak tega ngeliatnya.”

Kulihat Rahih kesakitan, sesekali ia mengeluarkan air mata menahan rasa sakitnya.

“Obatnya udah diminum Tih?”Tanyaku pada Ratih
“ Aku nggak bawa obat kemarin sih udah sembuh “ jawabnya tak jelas
“ ya udah, Tama beli obat aja ke Apotek yu’, low nggak ke Dokter giginya aja sekalian di periksa “ ajakku
“ gimana Tih,mau nggak?” Tanya Winda
“ terserah deh sakit banget. Semalam aja aku nggak tidur “ jawab Ratih
“ Low gitu kamu istirahat aja tidutan , minum CTM aja ntar sekalian beli “ usulku
“ Ya udah, izin dulu yu’ “ ajak Tama

Aku dan Tama menuju ruang guru dan meminta izin. namun sayangnya guru kesehatan kami tidak berangkat.Kami kembali kekelas.Aku dan teman – teman tidak bias berbuat banyak untuknya. Aku dan Putri Aprilia Tama yang kerap aku panggil Tama ingin membelikan obat untuknya, Kami memutuskan untuk membawanya ke UKS. Perlombaan demi perlombaan dimulai. Hanya suara riuh sorak semangat yang terdengar. Tama berusaha untuk membantu meringankan sakit Ratih Dwi Agustini ( Ratih ) sebisanya. Aku hanya bias membantunya dengan do’a. Aku dan Winda lestari (winda ) hanya duduk di tempat istirahatan didepan ratih. Aku dan Tama keluar dan mencari ibu Diana.

” Semoga aja bu dian udah berangkat ya Ma”kataku sambil berharap
“ semoga aja “ jawabnya

Kami terus melangkahkan kaki menuju ruang guru, pandanganku tertuju pada salah satu lomba. Disana ada Zaky.entah kenapa aku bahagia.

“ Tama itu Zaky ikut lomba” seruku menunjukkan arah.

Kami pun berlari mendekati arena lomba. Dengan senang hati.

“ Zaky….Zaky …“ kata – kata itu yang terucap oleh kami.kami berusaha memanggilnya .namun Zaky tetap nggak mendengar.
“ Zaky..” seruku dengan suara yang lebih keras. Dia pun menoleh ke arah kami.
“ Zaky….menangin ya. Low kalah malu loh, masak sama adik kelas kalah.” Seru Tama pada Zaky. Aku hany bias memberikan Zaky senyum semangat
“ Zaky…menangin ya …. Demi aku !” sambung Tama
Saat itu pula suara riuh sorak sorai menjadi hilang seketika.Hening.sesak rasanya paru – paruku. Kumelihat Zaky bersiap – siap. Kualihkan pandangan ku kearah Tama. Tama masih melihat Zaky dan memberinya semangat.

“Tama aku tahu yang kamu rasakan saat ini…….aku juga ingin Zaky menang…Karna perasaan kita sama” gumamku dalam hati sambil sesekali melihat Zaky.
AkhirnyaZaky menang. Kami bersorak senang banget.
“ udah yu’ Ma, nyari bu Dian kasihan Ratih.” Ajakku sambil menarik tangannya menjauh dari tempat pertandingan agar aku tak melihat Tama berbuat seperti itu Pada Zaky,.

Sesampainya diruang guru, ternyata hari ini bu Dian memang nggak masuk. Dengan rasa kecewa kami kembali ke UKS.

“ kita emang nggak ikut lomba, tapi kita juga ikut panitia ya Ka” kata Tama sambil melangkah menuju keruang UKS.
“ Panitia, seksi apaan?” tanyaku
“ ya apalagi low bukan seksi mundar mandir.” Jawabnya

Aku hanya tersenyum. Kulihat Zaky masih ada dilapangan itu.kumempercepat langkahku sambil menarik lengan Tama. Sesampainya di UKS.
“Bu Dian nggak masuk, tau tuh kenapa “ kataku sedikit kesal ketika membuka pintu kamar istirahat Ratih.lalu kami masuk
“ Ya mungkin karma nggak ada jam ngajar kali “ jawab Winda
“Mungkin “ jawabku,lalu kami duduk “Tadi dia main loh” sambungku
” Dia siapa ?” Tanya Winda
“ Ya siapa lagi low bukan dambaan hati “ kataku pandanganku pun aku tujukan pada Tama.
“ O…..Menang nggak ?” Tanya Ratih
“ Menang lah” jawab Tama semangat
“ siapa sih Ma, hah” Tanya Winda
“ ya ampun Winda”seru Ratih
“ Winda tuh pelajaran aja yang cepet nyambung, dari tadi nggak nyambung-nyambung” seru Tama sambil megang Winda
“Amin” seru Winda
Kami semua kembali ceria.Ku mendengar Fikhi marah-marah pada para petugas UKS,coz semuanya diruangan nggak ada yang di lapangan.kami semua diam.
“kita balek yu’ , bosen lama-lama” ajak Ratih
“ udak enakan Tih?”tanyaku memandangnya
“Mendingan lah dari pada yang tadi” jawabnya sambil beres – beres
Kami pun sepakat untuk keluar. Ku buka pintu pelan-pelan.kukeluar duluan, kulihat –lihat keadaan ruangan yang begitu tegang.Aku tak menghiraukan kuanggap nggak ada apa-apa.
“Jangan marah –marah terus,ntar tua sukurin loh” kata Tama memecah keheningan
“Ih tama kenapa ngebuat Fikhi noleh sih”gumamku dalam hati sambil memandangnya
Fikhi noleh,senyum seakan akan nggak terjadi apa-apa
“Dah sembuh Tih?”Tanya Fikhi
“ Alhamdulillah”jawab Ratih
“Ka, gimana kabar Palembang?”Tanya Fikhi padaku
“tau”jawabku cuek tak menghiraukannya
“alah udaah bilang aja kangen”sambungnya
“para adik kelas yang tugas di UKS pun riuh ngomongin kami
“ eh ngapo, dia kana yang aku”katanya pada adik-adik kelas
“Fikhi kebiasaan deh, apaan sih”seruku ngebuat aku tambah kesal.
Aku keluar Uks.ku menunggu teman yang lain didepan UKS aku hanya sama Winda
“ Tama sama Ratih ko’ lama banget sih. Ngapain ya” tanyaku pada Winda
“mungkin gi mbenerin jilbah kali, tadikan di lepas” jawabnya
“tu dia tu anak,udah yu’ !!” ajakku kelapangan
Dilapangan pun masih tampak ramai dan riuh sorak sorai para pendukung.kami terus berjalan.Ditengah Lapangan aku melihat Zaky mau ikut tandingan lagi,tapi kali ini lomba yang berbeda.Tama mempercepat langkahnya

“Zaky menangin ya!!!”seru Tama mendekati Zaky

Kami terus melangkah menuju garis pinggiran lomba.Akhirnya Zaky mengang. Kami duduk-duduk didepan kelas X1.lumayan lama kami disana. Setelah tempatnya mulai panas
“ Kekelas yu’ panas nih!!!” ajak Tama
Kami pun kembali kekelas.kami berpencar hanya aku sendiri yang berhenti
“ok…By” seruku berpisah. Aku membuka pintu kelas, banyak temanku yang dah pada tidur, mainan Hp maupun yang bercakap-cakap.Kulangkahkan kakiku masuk ke kelas dan mengucap salam.kududk di kursiku.merenungi kejadian hari ini.

“Ya ALLAh kenapa begini kejadiannya,namun aku ingat semuanya tlah kau gariskan.aku tak boleh merubahnya meskipun aku ingin.tapi….....”kuteteskan air mataku “Tama maafin aku, bukan maksud aku menikam teman sendiri.Andai dari awal aku tau kau menaruh hati padanya mungkin aku nggak terjatuh padanya.kenapa aku baru tau perasaan mu padanya setlah lama ku punya rasa ini.Kini aku terlanjur jatuh, aku sulit melepaskandan membuang rasa dihatiku ma, maafin aku yang juga menciantainya”Gumam ku,

Kutak tau apa yang harus aku lakukan. Aku terus menyesali andai saja ……….lama kuterpuruk dalam keadaan hatiku yang kalut,resah dan merasa bersalah.ku langkahkan kakiku keluar kelas untuk menenangkan hatiku,berharap ada bayangn kebahagiaan yang datang. Namun setelah ku buka pintu…sesak,kini bertambah sesak.kutarik nafas dalam dalam.kulihat Zaky dan tama bersama ngobrol didepan kelas.aku tak berani kehalaman kelas. Aku menyandarkan diri dipintu

“ Zaky Tama,apa ini jawabannya.mungkin aku harus menempuh jalanku yang ini.Aku harus melepaskan nya demi mu Tama,Aku sadar dan tau diri, engkau lebih dulu mengenal dan menaruh hati padanya.aku tak mau disebut teman nggak tau diri,menikam dari belakang.Biarlah aku yang meresakan sakit ini.yang terpenting kau bahagia bersamanya Ma.Biarkanlah aku yang mengalah.mulai sekarang aku akan berusaha untuk membuang rasa ini, walau ku tau ini pasti sulit bagiku. Karn jika aku sudah terjatuh pada siapapun maka aku akan sulit untuk membuangnya.Biarlah ini menjadi pelajaran buatku.agar berhati-hati menaruh hati.jika suatu saat kau mengetahui hal ini,kuharapkau mengerti, memaafkanku dan tidak memutuskan tali persahabatan kita.Zaky kau memang lebih pantas bersama Tama.dia baik.sholehah,pintar,sepertimu,berbeda denganku.Kuharap kamu tidak menyakinya dan membuat Tama menangis.kau beruntung bersamanya,dan aku pun beruntung mengenal kalian.ku akan berusaha membuang rasa padamu Zaky, tapi aku harap kamu tidak marah padaku, Aku menyimpan kenangan – kenangan kita yang membuatku semakin jatuh padamu.dan aku tak kan melupakan kenangan – kenangan seminggu bersamamu.karna itu kenangan terindah saat kita bersama”gumamku dalam hati

Air mataku kembali terjatuh.aku masih dipintu mereka masih asyik mengobrol.


Zaky tama berbahagialah
Biarkanlah aku yang mengalah
Sorry I love you Zaky
Sorry I love he Tama




By : ATIKAH MERIONNES
29AgustuS15