Kamis, 17 September 2009
Surat dalam Hujan
Cerpen Rohyati Sofyan Dimuat di Suara Karya 11/16/2008HUJAN. Selalu demikian di bulan Nopember ini. Hujan benar-benar mewarnai hari. Sore. Ya, pukul empat lebih, hujan seperti pantulan manik-manik kaca menderas seketika dengan anggunnya. Aku menyesal, sumur di luar pasti akan keruh lagi airnya, mestinya diberi atap nanti. Hujan. Aku duduk di sini, dekat jendela kaca memerhatikan curahan air yang mengguyur serentak dari udara. Seperti apakah bunyinya? Di atas atap, di dedaunan, di tanah becek, bahkan di kolam ikan yang berderet nun di luar? Aku tak tahu. Sunyi. Kecuali gelegar petir yang menghantam bumi. Ya, hanya itu yang kurasakan. Aku ingat kamu. Aku suka hujan, aku suka suasananya yang begitu kontemplatif. Kurasakan ekstase tertentu jika hujan. Memberiku inspirasi untuk menulis puisi. Bahkan juga menulis surat untukmu dalam suasana hujan kupikir cukup romantis, meski isinya terkadang bernada humor yang ironis. Aku rindu suratmu. Yang selalu hangat dan menggembirakan, simpel dan terkadang menggetarkan. Namun mungkin kamu sudah kecewa dengan kenyataan yang kuungkapkan dalam suratku yang barusan kukirimkan. Mungkin kamu kebingungan dan terpaksa bertanya pada orang yang kebetulan pernah bertemu denganku, entah Mas Herwan FR atau Agus Kresna, meski ada yang merasa tak berhak untuk mengatakan apa-apa karena aku sudah memintanya agar jangan dulu mengabarkan kehadiranku pada orang-orang untuk suatu alasan. Dan rentetan kemungkinan lainnya mengendap dalam benakku. Namun aku harap kamu benar-benar cukup dewasa untuk menerima realita dalam hidup yang penuh ketakterdugaan. Aku kesepian. Apa yang kulakukan. Duduk di kursi sembari mengangkat kaki, dan di rumah hanya ada aku sendiri. Aku membayangkan kamu. Sosok yang tak pernah kutemui. Hanya foto yang kamu kirimkan melengkapi imajinasi: seorang lelaki gondrong yang menarik, dan merasa dirinya secara psikologis sudah dewasa dalam usia 23 tahun. Heran, di luar belasan burung entah apa namanya berseliweran dalam guyuran hujan begini, apa yang mereka cari? Barangkali kamu lebih tahu ekologi dan mau berteori? Aku kedinginan. Aliran listrik padam. Barangkali segelas teh manis panas bisa menghangatkan tubuhku. Apakah di Bandung saat ini sedang hujan juga, dan kamu tengah bagaimana? Mengisap A Mild ditemani secangkir kopi panas? Menulis puisi, cerpen, esai, surat, atau tugas mata kuliah? Di kampus, di rumah, atau di suatu tempat entah? Membaca diktat, buku tertentu, karya sastra, atau komik? Di depan monitor komputer, mengobrol, atau nonton TV? Mendengarkan The Doors atau Ebiet G. Ade? Tidur atau makan? Salat Asar atau menggigil kehujanan? Atau mengguyur badan di kamar mandi? Atau tak melakukan apa-apa sama sekali? Cuma Tuhan yang tahu. Relasi yang aneh, katamu, karena lewat surat. Lalu kamu menyuruhku belajar internet biar bisa bikin e-mail dan tak perlu ke perpustakaan konvensional. Dan kamu janji akan mengajariku jika nanti bertemu. Bertemu. Aku juga ingin bertemu kamu. Namun untuk apa? Adakah makna dari pertemuan itu? Kubayangkan kamu sebagai Indra, temanku, yang membagi dunia lewat tangannya. Namun apa kamu bisa bahasa isyarat sederhana cara abjad? Kamu kecewa karena aku tuli? Apakah dalam surat pertamaku aku harus memberitahu siapa diriku secara mendetail? Aku telah mengambil risiko. Begitu pun kamu. Risiko untuk merelasi diri dan berinteraksi dengan orang asing. Sebuah silaturahmi yang kumulai, haruskah berakhir sia-sia? Aku berusaha menerima diriku sebagaimana adanya dan menjadi orang biasa, meski aku tahu orang-orang di sekitarku kecewa. Keluarga, teman-teman, sahabat dekat, sampai siapa saja yang memang merasa harus kecewa. Bertahun-tahun, ada belasan tahun mungkin, sejak usiaku 16 tahun sampai 25 tahun, kujalani hari dengan sunyi, sebuah dunia tanpa bunyi-bunyi. Bisakah kamu bayangkan? Ah, aku tak akan bisa mendengar permainan harmonikamu, lalu membandingkannya dengan permainan harmonika abangku. Atau denting gitarmu dengan Eric Clapton. Atau bagaimana suatu melodi tercipta dari puisi. Aku juga tak akan tahu warna suaramu saat memusikalisasikan puisi, berdeklamasi, menyanyi, tadarus, berperan dalam lakon teater, atau bicara biasa saja. Kamu masih ingat, dalam salah satu suratmu, kamu menulis: Setting: Kamar, 141000 - 21.20 WIB, Dewa 19 - Terbaik-terbaik. Gurun yang baik. Barangkali sekaranglah saatnya! Lalu kamu membiarkan selembar halaman kertas itu kosong. Aku mengerti artinya, kamu ingin aku memutar lagu tersebut, dan membiarkan Terbaik-terbaik bicara. Sesuatu yang tengah menggambarkan suasana hatimu saat itu? Sayang, aku tak bisa melakukannya. Kata teman-teman, lagu itu tentang cinta dan persahabatan. Kurasa aku harus bertanya pada Rie, Indra, atau Nana; apa ada yang punya teksnya? Ironis, bukan? Tampaknya kamu senang menulis dengan diiringi musik. Aku iri padamu. Karena aku ingin tahu juga seperti apa indahnya musik klasik itu, entah Mozart yang kata Indra melankolis; atau Chopin di masa silam, gumam Cecep Syamsul Hari dalam puisi Meja Kayu yang kembali muram-surealis, menulis lagu pedih tentang hujan2; atau tahu di mana letak jeniusnya Beethoven yang mencipta komposisi meski tuli; dan bisa mengerti mengapa ayahku sangat menyukai musik klasik selain country. Aku rindu bunyi gamelan, dan ingin kembali belajar menari. Entah jaipong Jugala, tari klasik Jawa, atau mungkin sendratari seperti yang sering kusaksikan di TVRI waktu kecil dulu. Aku ingin berperan sebagai Drupadi atau Srikandi, perpaduan antara kelembutan dan keperkasaan. Kamu lebih suka karakter Bima? Aku suka karakter Yudistira, ia satu-satunya yang (hampir) berhasil mencapai puncak Mahameru sementara saudara-saudaranya satu per satu berguguran. Kamu tahu artinya, kan? Aku lupa penggalan kisah ini dari komik wayang R.A. Kosasih atau majalah Ananda -- yang pernah kita baca waktu kanak-kanak dulu, meski mungkin dalam dimensi yang berbeda. Sudahlah, setidaknya aku bisa tahu minatmu, dan kamu tahu minatku. Aku tak tahu banyak tentang musik, padahal kamu pasti asyik sendiri dengan The Corrs, Dewa, Kubik, Jim Morrison, bahkan juga Jimi Hendrix. Mengapa sih dalam cerpenmu yang barusan dimuat koran, kamu menulis soal Jimi Hendrix dan Jim Morrison? Itu mengingatkanku pada Abuy teman SMU-ku yang sangat mengidolakan mereka dan senang cerita soal itu padaku, seolah merekalah yang bisa meluapkan kegelisahan terpendamnya yang liar menuju muara kebebasan. Lucu, adakah orang tuli yang begitu besar rasa ingin tahunya tentang sesuatu yang tak mungkin bisa dirasakan. Katakan aku aneh. Aku memang orang aneh. Namun aku juga berharap bisa tahu lebih banyak tentang Iqbal, Rumi, Camus, Dylan, Gibran, Cummings, Malna, sampai Rendra. Ya, itu jika kita bertemu. Mungkinkah itu? Tempias hujan tidak deras lagi, namun kesedihan itu masih menghantam ruang terdalam. Aku butuh kawan. Kamukah orangnya? Tidak, kamu mungkin sudah berharap agar aku jadi seseorang yang ke lima setelah kamu kecewa dengan sekian perempuan yang masuk dalam hidupmu, meski itu terlalu dini karena kita baru tiga kali saling menyurati. Semudah itukah hatimu terpaut, atau kamu cuma ingin mengujiku? Tidak. Aku tak berharap apa-apa darimu. Aku hanya ingin jadi kawanmu. Kawan biasa. Bukan pacar. Meski aku juga ingin punya pacar, sebagaimana perempuan kebanyakan. Seseorang yang membuatku jatuh cinta sungguhan. Seseorang yang mencintaiku apa adanya. Seseorang di mana bisa berbagi dunia. Naifkah? Hujan. Aku kembali memandang ke luar jendela kaca. Di sana gunung begitu dekat dengan latar pepohonan seperti hamparan permadani hijau kebiruan, dan kabut yang mengental; terasa beku dalam pelukan kegaiban-Nya. Ya Tuhan, barusan kulihat kilatan petir membelah langit desa di sebelah utara. Subhanallah, indah sekali bentuknya; kilatan warna perak yang abstrak dengan latar kelabu. Aku membayangkan bagaimana seandainya jika petir tiba-tiba menghajarku. Sudahlah, mungkin lebih baik aku membayangkan diriku sebagai Walter Spies atau Alain Compost; akan kuabadikan keindahan panorama hujan. Tidak. Aku bukan mereka. Aku cuma punya kata-kata. Bukan kuas atau kamera. Namun kata-kata yang berhamburan dari mulutku pasti tak akan kamu mengerti sepenuhnya jika kita berbicara. Kamu akan membutuhkan waktu untuk mengenali warna suaraku yang kacau intonasinya, seperti teman-teman dekatku. Mungkin cukup lama. Apakah kita akan bertemu dan bicara seolah kawan lama dengan akrabnya? Atau kaku lalu merasa sia-sia? Aku bukan May Ziadah, Elizabeth Whitcomb, Mabel Hubbard-Graham Bell, Marlee Matlin, atau Jane Mawar. Atau perpaduan perempuan mana yang pernah kau kenal.Hujan
Incoming
Tidak Peduli Apapun Latar Belakang
Anda, Menghasilkan Uang Dari Internet Dapat Anda Wujudkan Hanya Dengan
Satu Langkah Mudah... Buktikan!
GRATIS Software Penarik Uang ATM Tanpa Mengurangi
Saldo Rekening Anda Seharga Rp.350.000,- Dibawah ini !
Stres?...
Butuh uang?...
Mengalami krisis finansial?...
Terancam di PHK?...
Penghasilan tidak mencukupi?...
Kesulitan mencari pekerjaan?...
Internet menyediakan tempat bagi siapa saja yang mau berusaha.
Dan menghasilkan uang dalam waktu singkat dari internet bukanlah
masalah kepandaian, tapi niat dan ketepatan dalam memilih sistem.
"Tidak perlu mengubah gaya hidup anda, tapi
ubahlah cara anda menghasilkan uang!"
Beruntunglah anda hari ini telah berhasil menemukan website ini, karena melalui halaman website ini kami akan tunjukkan, berikan bukti, dan berbagi kepada anda tentang sebuah rahasia yang telah membuat banyak orang, bahkan pemula dapat memiliki penghasilan melimpah dari internet dengan cara paling cepat dan paling mudah.
OK, to the point saja...
Syarat utama menghasilkan uang dari internet adalah adanya bisnis di internet. Dan untuk dapat menjalankan bisnis di internet, anda memerlukan website yang menjual serta produk yang dijual. Tanpa terpenuhinya kedua hal pokok ini, maka menghasilkan uang dari internet adalah kemustahilan.
Permasalahannya...
TIDAK MUDAH mewujudkan sebuah bisnis milik anda sendiri di internet, karena untuk dapat menjalankan bisnis milik anda sendiri, anda harus bisa merancang dan mendesain website, sales letter dan menciptakan produk berupa ebook, tutorial, atau lainnya.
Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mewujudkan bisnis anda di internet?...
Berapa biaya yang anda butuhkan untuk mempersiapkan semua itu?...
Dan setelah anda mengorbankan waktu dan uang untuk membangun
bisnis milik anda sendiri di internet, belum tentu juga hasilnya dapat
berjalan sesuai dengan yang anda harapkan
Semua itu akan menyita waktu dan membuat anda putus asa. Akhirnya, andapun akan mulai meninggalkan ladang uang yang seharusnya bisa anda tuai.
Bagaimana solusinya?...
Kuncinya BUKAN pada kepandaian, pekerjaan, atau latar belakang anda, namun pada niat dan tekad untuk mau berhasil serta sistem dan strategi yang anda terapkan dalam menjalankan bisnis di internet.
Ingin memiliki bisnis hebat yang telah teruji mampu
menghasilkan uang dari internet?... Tanpa merancang
dan mendesain website... Tanpa menciptakan produk?...
Kini ada untuk anda
Versi 2.0 Final
Sebuah konsep baru, sederhana dan terpercaya yang akan
memberikan anda penghasilan instant melimpah dari internet
Siapapun anda, mulai sekarang bukan hal yang sulit lagi untuk memiliki bisnis hebat sendiri di internet!... Mengapa?... Karena SMART MACHINE SYSTEM V 2.0 FINAL akan mewujudkan impian anda hanya dalam satu langkah.
SMART MACHINE SYSTEM V 2.0 FINAL adalah sebuah sistem bisnis "Plug and Play" lengkap dengan produk dan bonus hebat yang secara cerdik dan otomatis akan menarik uang masuk ke rekening bank anda.
Simak bukti kecil hasil beberapa member yang menerapkan
sistem bisnis sederhana yang kami berikan
KURANG DARI 2 BULAN SAYA MENDAPATKAN RP.11.800.000,-
Saya termasuk pemula dan gaptek soal internet, apalagi soal website. Namun saya sama sekali tidak kesulitan menerapkan sistem yang teramat mudah ini. Tidak perlu merancang atau mendesain website maupun produk apapun. Saya hanya tinggal memasukan beberapa data termasuk nomor rekening, dan sistem ini benar-benar bekerja untuk saya.
Proses installnya hanya membutuhkan waktu 1 jam saja, dan sistem langsung bekerja. Hebat...rekening saya terus terisi rupiah setiap harinya. Dan kurang dari 2 bulan saya bisa mendapatkan Rp.11.800.000,-
( Agus W - Magelang )
Cs : Nezabanistry@yahoo.com
Anda, Menghasilkan Uang Dari Internet Dapat Anda Wujudkan Hanya Dengan
Satu Langkah Mudah... Buktikan!
GRATIS Software Penarik Uang ATM Tanpa Mengurangi
Saldo Rekening Anda Seharga Rp.350.000,- Dibawah ini !
Stres?...
Butuh uang?...
Mengalami krisis finansial?...
Terancam di PHK?...
Penghasilan tidak mencukupi?...
Kesulitan mencari pekerjaan?...
Internet menyediakan tempat bagi siapa saja yang mau berusaha.
Dan menghasilkan uang dalam waktu singkat dari internet bukanlah
masalah kepandaian, tapi niat dan ketepatan dalam memilih sistem.
"Tidak perlu mengubah gaya hidup anda, tapi
ubahlah cara anda menghasilkan uang!"
Beruntunglah anda hari ini telah berhasil menemukan website ini, karena melalui halaman website ini kami akan tunjukkan, berikan bukti, dan berbagi kepada anda tentang sebuah rahasia yang telah membuat banyak orang, bahkan pemula dapat memiliki penghasilan melimpah dari internet dengan cara paling cepat dan paling mudah.
OK, to the point saja...
Syarat utama menghasilkan uang dari internet adalah adanya bisnis di internet. Dan untuk dapat menjalankan bisnis di internet, anda memerlukan website yang menjual serta produk yang dijual. Tanpa terpenuhinya kedua hal pokok ini, maka menghasilkan uang dari internet adalah kemustahilan.
Permasalahannya...
TIDAK MUDAH mewujudkan sebuah bisnis milik anda sendiri di internet, karena untuk dapat menjalankan bisnis milik anda sendiri, anda harus bisa merancang dan mendesain website, sales letter dan menciptakan produk berupa ebook, tutorial, atau lainnya.
Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mewujudkan bisnis anda di internet?...
Berapa biaya yang anda butuhkan untuk mempersiapkan semua itu?...
Dan setelah anda mengorbankan waktu dan uang untuk membangun
bisnis milik anda sendiri di internet, belum tentu juga hasilnya dapat
berjalan sesuai dengan yang anda harapkan
Semua itu akan menyita waktu dan membuat anda putus asa. Akhirnya, andapun akan mulai meninggalkan ladang uang yang seharusnya bisa anda tuai.
Bagaimana solusinya?...
Kuncinya BUKAN pada kepandaian, pekerjaan, atau latar belakang anda, namun pada niat dan tekad untuk mau berhasil serta sistem dan strategi yang anda terapkan dalam menjalankan bisnis di internet.
Ingin memiliki bisnis hebat yang telah teruji mampu
menghasilkan uang dari internet?... Tanpa merancang
dan mendesain website... Tanpa menciptakan produk?...
Kini ada untuk anda
Versi 2.0 Final
Sebuah konsep baru, sederhana dan terpercaya yang akan
memberikan anda penghasilan instant melimpah dari internet
Siapapun anda, mulai sekarang bukan hal yang sulit lagi untuk memiliki bisnis hebat sendiri di internet!... Mengapa?... Karena SMART MACHINE SYSTEM V 2.0 FINAL akan mewujudkan impian anda hanya dalam satu langkah.
SMART MACHINE SYSTEM V 2.0 FINAL adalah sebuah sistem bisnis "Plug and Play" lengkap dengan produk dan bonus hebat yang secara cerdik dan otomatis akan menarik uang masuk ke rekening bank anda.
Simak bukti kecil hasil beberapa member yang menerapkan
sistem bisnis sederhana yang kami berikan
KURANG DARI 2 BULAN SAYA MENDAPATKAN RP.11.800.000,-
Saya termasuk pemula dan gaptek soal internet, apalagi soal website. Namun saya sama sekali tidak kesulitan menerapkan sistem yang teramat mudah ini. Tidak perlu merancang atau mendesain website maupun produk apapun. Saya hanya tinggal memasukan beberapa data termasuk nomor rekening, dan sistem ini benar-benar bekerja untuk saya.
Proses installnya hanya membutuhkan waktu 1 jam saja, dan sistem langsung bekerja. Hebat...rekening saya terus terisi rupiah setiap harinya. Dan kurang dari 2 bulan saya bisa mendapatkan Rp.11.800.000,-
( Agus W - Magelang )
Cs : Nezabanistry@yahoo.com
Sorry I Love U
Pagi itu aku berangkat sekolah seperti biasanya. Olahraga jalan kaki merupakan kebiasaanku tiap hari. Ya maklum sekolahku kan tidak terlalu jauh dari rumahku. Tapi kadang-kadang jika ada temanku yang kebetulan lewat ya numpang sekalian deh. He.. he..! tapi ada sesuatu yang membuat perjalananku terhenti. Sosok cowok tampan sedang berdiri di hadapanku. Cowo’ ini bukan cowo’ yang biasa aku lihat di mall atau sejenis cowo’ gaul zaman sekarang. Tapi cowo’ ini benar-benar terlihat dewasa dengan kemeja yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang bussines man. Walaupun seleraku tak seperti dia sih, tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuatku tertarik padanya.
Dengan bibir sedikit tersungging, dia memberikan senyum pertamanya padaku. “oh my god, bener-bener tembus deh ni perasaan!” kataku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku langsung membalasnya dengan senyum terlebarku yang menurutku terlalu berlebihan. “Selamat pagi!” sapanya dengan ramah. “se,, se,, selamat pagi juga!” jawabku dengan sedikit terbata-bata. Itulah awal perkenalanku dengannya. Ternyata dia adalah tetangga baruku. Kita sih ngga’ ngobrol banyak, kan aku harus sekolah juga.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi klackson motor. “Icha, ga numpang nih!” sapa pengendara motor itu. Langsung saja aku naik ke atas motornya. Dia adalah teman sekelasku, namanya Dony. Lumayan sering sih aku numpang sama dia. Bisa dibilang Dony adalah sahabatku sejak kecil.
Rasanya sekolah hari ini ngga’ bisa konsentrasi deh. Apa karna si Ferdy ya? Senyum sendiri, ketawa sendiri, suka ngelamun. Ya ampun, kayaknya aku terserang penyakit jatuh cinta deh. “kayaknya hari ini ceria banget!” tanya Dony. “siapa yang ga’ bahagia kalau pagi-pagi udah dapet sarapan yang begitu menyenangkan” jawabku. “oh jadi pagi ini ibu kamu masak pecel lele?” tanya-nya lagi. Dony ngerti banget makanan favoritku. “sekarang udah ada yang lebih menyenangkan daripada makan pecel lele” tambahku. “emang apa’an?” tanya Dony. “menikmati karunia Tuhan yang begitu mengagumkan!” jawabku. Si Dony kayaknya seperti sapi ompong yang kebingungan mendengar jawabanku yang dari tadi ngga’ jelas maksudnya.
Hari ini pokoknya aku pengen banget pulang sekolah cepat. Tapi kok di rumahnya sepi2 aja, ngga’ terlihat ada aktivitas. Sebentar-sebentar aku melihat keluar hanya untuk memastikan kalau pengintaianku ngga’ sampe’ kelewatan. Seminggu ini aku kayak detektif aja. Pokoknya kalah deh acara “Termehek-mehek”. Satu minggu udah berlalu, hasil pengintaianku ngga sia2. Dia adalah seorang SPV di suatu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, umurnya kira-kira 26th. Meskipun terlampau jauh dari umurku tapi yang namanya cinta ngga’ memandang apapun.
Minggu pagi aku jogging di dekat rumah, ngga’ tau kenapa hari ini aku pengen banget lari pagi. Padahal hari libur selalu aku gunakan untuk tidur pulas alias bangun siang. Belum lama berlari hp berdering, oh ternyata Dony yang telp. “kenapa don?” tanyaku. “tumben mau angkat telpku pagi-pagi gini, biasanya alasan masih tidur” jawabnya. Mendengar hal itu aku sedikit emosi tapi sabar aja lah, ngga’ sampe’ buat aku kebakaran jenggot. “udahlah ngga’ pake’ komen ya, emg ada apa sih?” tanyaku ketus. “duh jangan ketus gitu donk, hm.. hm.. aku mau ajak kamu keluar nanti malam!” kata Dony. Tapi perhatianku tiba-tiba teralihkan oleh sosok Ferdy yang waktu itu emang lagi jogging juga. “udah dulu ya Don, ntar aku telp lagi!” jawabku sambil langsung mematikan hp takut-takut kalo’ aku sampe’ kehilangan jejaknya Ferdy.
Walaupun dalam hati kepengen banget nyamperin dia tapi aku tetap menahan langkahku, ya sedikit jaim gitu,,, semenit, dua menit aku menunggu dia, berharap dia dulu yang mendatangiku. Tapi kok kayak orang ilang aku disini menunggunya ga’ jelas gitu, lagian kelihatannya dia ga’ melihat keberadaanku di sini. Ya udah lah daripada lama-lama mendingan aku dulu yang nyamperin dia. Walaupun harus modal tampang badak tapi demi cinta apapun harus dilakukan.
“hai, kok bisa kebetulan ketemu di sini!” sapaku. Dalam hati rasanya ingin ketawa karena smua ini kan aku yang menyengajakannya.
“mas Ferdy hobby jogging juga?”
“ga’ juga sih tapi lagi pengen aja”
“oh, hobby lain selain jogging apa?”
“aku lumayan suka baca...”
“wah kebetulan banget dong, aku juga hobby baca. Malahan aku jd member di Perpusda (Perpustakaan Daerah). Kalo’ mas Ferdy pengen kesana buat lihat-lihat bukunya, bisa aku temenin”
Sepertinya tawaranku itu membuatnya tertarik. Padahal aku jadi member di Perpusda itu cuma pengen lihat-lihat majalah, novel yang lagi up to date tanpa harus beli. He,, he,,
Sorenya aku ke Perpusda dengan mas Ferdy. Ya ampun mimpi apa aku semalam bisa jalan berdua dengannya. Dengan begini kan aku bisa mengamati ketampanan wajahnya itu dengan seksama. Dan hal itu membuatku semakin jatuh cinta padanya.
Di sana dia membaca buku-buku yang berhubungan dengan otomotif. Aku sendiri gonta ganti ambil buku tapi ga’ ada yang sempat aku baca satupun karena niatku emang cuma mau keluar sama mas Ferdy.
Sepertinya hpku berdering deh, ngga enak juga sih sama yang lain. Akhirnya aku keluar sebentar. Si Dony rupanya yang mengganggu acara kencanku.
“aduh Don, bisa ngga’ sih ga’ telp aku sehari ini aja”
“kenapa sih cha? Ga’ biasanya deh kamu kayak gini”
“ya udah, entar malem maen ke rumah aja. Ok!”
Sesampainya di rumah, aku ga’ bisa berhenti untuk memikirkan dia. Ga’ terasa jam menunjukkan pukul 7 malam. “cha, dicari sama Dony!” teriak ibuku dari ruang tamu. Aku keluar kamar menemui Dony di teras rumah.
“sekarang kamu udah sombong ya cha!”
“bukannya gitu Don., tapi akhir2 ini aku lagi ada proyek”
“proyek? Jadi kuli bangunan kamu sekarang?”
“enak aja kalo’ ngomong, aku tuh lagi falling in love tau...”
Mendengar hal itu muka Dony langsung berubah. Dan nada bicaranya pun agak merendah, ngga’ seperti sebelumnya yang sedikit “mbleyer”.
“oh ya? Sama siapa kalo’ boleh tau?”
“aku rasa ini saatnya aku harus jujur sama kamu”
“maksudnya? Kamu ngga lagi bercanda kan? Udah lama sih kita temenan tapi ngga’ ada salahnya kok kalo kita...”
“eits... eits.... jangan dilanjutkan lagi. Di sini aku tegaskan ya! Bahwa aku itu jatuh cinta sama mas Ferdy, tetangga baruku”
Sepetinya lagu milik Olga “hancur hatiku” bisa mewakili perasaan Dony saat itu.
Walaupun hatinya kecewa tapi Dony ngga’ mau memperlihatkan itu padaku. Dia hanya bisa tersenyum mendengar ceritaku tentang Mas Ferdy. Sekitar satu jam kita asyik ngobrol. Tiba-tiba terlihat sebuah mobil melewati depan rumahku. Dan aku tau pemilik mobil itu adalah mas Ferdy. Aku pun menunjukkan kepada Dony, bagaimana mas Ferdy yang aku sukai itu. Tapi saat itu mataku terbelalak, aku ngga’ menyangka akan melihat pemandangan yang menurutku lebih parah daripada penampakan. Dengan tawa riang mas Ferdy keluar dari mobilnya bersama seorang perempuan. Tanpa pikir panjang, aku langsung mendatangi mas Ferdy walupun Dony berusaha keras menghalangiku. “mas Ferdy...!” teriakku.
“ada apa cha? Kok kelihatannya lagi emosi gitu?” tanya mas Ferdy dengan tenang. Rasanya ga’ mungkin aku marah2 ke dia hanya karena saat ini ada seorang cewek lagi bersamanya. Akupun mencari alasan untuk menguatkan hatiku tuk memulai berbicara dengannya. “oh ya mas, buku yang mas pinjam tadi sudah selesai dibaca belum soalnya aku juga mau pinjam buku itu” sungguh alasan yang konyol bagiku. “oh sudah kok, mau pinjam sekarang?”tanya nya ramah. “besok ajalah, kayaknya hari ini mas lagi sibuk” jawabku ketus sambil sesekali melirik ke arah perempuan berjilbab itu. “hampir lupa nih, kenalin ini istri saya. Namanya Anisa, saya baru jemput dari bandara barusan. Soalnya sejak pindah ke sini dia masih ada di Yogyakarta” Jelas mas Ferdy. Betapa hancur hatiku mendengar penjelasan mas Ferdy saat itu. Aku ga’ tahan lagi untuk segera pergi jauh dari sana. Langsung saja ku berlari secepat mungkin yang kubisa. Aku ngga’ perduli baimana keadaan di sana. Yang ku tahu hanyalah berlari dan berlari. Sampai ku terlelah dan ku merasakan pelukan yang begitu hangat dan lekat. Dan kutahu dia adalah Dony.
Dengan bibir sedikit tersungging, dia memberikan senyum pertamanya padaku. “oh my god, bener-bener tembus deh ni perasaan!” kataku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku langsung membalasnya dengan senyum terlebarku yang menurutku terlalu berlebihan. “Selamat pagi!” sapanya dengan ramah. “se,, se,, selamat pagi juga!” jawabku dengan sedikit terbata-bata. Itulah awal perkenalanku dengannya. Ternyata dia adalah tetangga baruku. Kita sih ngga’ ngobrol banyak, kan aku harus sekolah juga.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi klackson motor. “Icha, ga numpang nih!” sapa pengendara motor itu. Langsung saja aku naik ke atas motornya. Dia adalah teman sekelasku, namanya Dony. Lumayan sering sih aku numpang sama dia. Bisa dibilang Dony adalah sahabatku sejak kecil.
Rasanya sekolah hari ini ngga’ bisa konsentrasi deh. Apa karna si Ferdy ya? Senyum sendiri, ketawa sendiri, suka ngelamun. Ya ampun, kayaknya aku terserang penyakit jatuh cinta deh. “kayaknya hari ini ceria banget!” tanya Dony. “siapa yang ga’ bahagia kalau pagi-pagi udah dapet sarapan yang begitu menyenangkan” jawabku. “oh jadi pagi ini ibu kamu masak pecel lele?” tanya-nya lagi. Dony ngerti banget makanan favoritku. “sekarang udah ada yang lebih menyenangkan daripada makan pecel lele” tambahku. “emang apa’an?” tanya Dony. “menikmati karunia Tuhan yang begitu mengagumkan!” jawabku. Si Dony kayaknya seperti sapi ompong yang kebingungan mendengar jawabanku yang dari tadi ngga’ jelas maksudnya.
Hari ini pokoknya aku pengen banget pulang sekolah cepat. Tapi kok di rumahnya sepi2 aja, ngga’ terlihat ada aktivitas. Sebentar-sebentar aku melihat keluar hanya untuk memastikan kalau pengintaianku ngga’ sampe’ kelewatan. Seminggu ini aku kayak detektif aja. Pokoknya kalah deh acara “Termehek-mehek”. Satu minggu udah berlalu, hasil pengintaianku ngga sia2. Dia adalah seorang SPV di suatu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, umurnya kira-kira 26th. Meskipun terlampau jauh dari umurku tapi yang namanya cinta ngga’ memandang apapun.
Minggu pagi aku jogging di dekat rumah, ngga’ tau kenapa hari ini aku pengen banget lari pagi. Padahal hari libur selalu aku gunakan untuk tidur pulas alias bangun siang. Belum lama berlari hp berdering, oh ternyata Dony yang telp. “kenapa don?” tanyaku. “tumben mau angkat telpku pagi-pagi gini, biasanya alasan masih tidur” jawabnya. Mendengar hal itu aku sedikit emosi tapi sabar aja lah, ngga’ sampe’ buat aku kebakaran jenggot. “udahlah ngga’ pake’ komen ya, emg ada apa sih?” tanyaku ketus. “duh jangan ketus gitu donk, hm.. hm.. aku mau ajak kamu keluar nanti malam!” kata Dony. Tapi perhatianku tiba-tiba teralihkan oleh sosok Ferdy yang waktu itu emang lagi jogging juga. “udah dulu ya Don, ntar aku telp lagi!” jawabku sambil langsung mematikan hp takut-takut kalo’ aku sampe’ kehilangan jejaknya Ferdy.
Walaupun dalam hati kepengen banget nyamperin dia tapi aku tetap menahan langkahku, ya sedikit jaim gitu,,, semenit, dua menit aku menunggu dia, berharap dia dulu yang mendatangiku. Tapi kok kayak orang ilang aku disini menunggunya ga’ jelas gitu, lagian kelihatannya dia ga’ melihat keberadaanku di sini. Ya udah lah daripada lama-lama mendingan aku dulu yang nyamperin dia. Walaupun harus modal tampang badak tapi demi cinta apapun harus dilakukan.
“hai, kok bisa kebetulan ketemu di sini!” sapaku. Dalam hati rasanya ingin ketawa karena smua ini kan aku yang menyengajakannya.
“mas Ferdy hobby jogging juga?”
“ga’ juga sih tapi lagi pengen aja”
“oh, hobby lain selain jogging apa?”
“aku lumayan suka baca...”
“wah kebetulan banget dong, aku juga hobby baca. Malahan aku jd member di Perpusda (Perpustakaan Daerah). Kalo’ mas Ferdy pengen kesana buat lihat-lihat bukunya, bisa aku temenin”
Sepertinya tawaranku itu membuatnya tertarik. Padahal aku jadi member di Perpusda itu cuma pengen lihat-lihat majalah, novel yang lagi up to date tanpa harus beli. He,, he,,
Sorenya aku ke Perpusda dengan mas Ferdy. Ya ampun mimpi apa aku semalam bisa jalan berdua dengannya. Dengan begini kan aku bisa mengamati ketampanan wajahnya itu dengan seksama. Dan hal itu membuatku semakin jatuh cinta padanya.
Di sana dia membaca buku-buku yang berhubungan dengan otomotif. Aku sendiri gonta ganti ambil buku tapi ga’ ada yang sempat aku baca satupun karena niatku emang cuma mau keluar sama mas Ferdy.
Sepertinya hpku berdering deh, ngga enak juga sih sama yang lain. Akhirnya aku keluar sebentar. Si Dony rupanya yang mengganggu acara kencanku.
“aduh Don, bisa ngga’ sih ga’ telp aku sehari ini aja”
“kenapa sih cha? Ga’ biasanya deh kamu kayak gini”
“ya udah, entar malem maen ke rumah aja. Ok!”
Sesampainya di rumah, aku ga’ bisa berhenti untuk memikirkan dia. Ga’ terasa jam menunjukkan pukul 7 malam. “cha, dicari sama Dony!” teriak ibuku dari ruang tamu. Aku keluar kamar menemui Dony di teras rumah.
“sekarang kamu udah sombong ya cha!”
“bukannya gitu Don., tapi akhir2 ini aku lagi ada proyek”
“proyek? Jadi kuli bangunan kamu sekarang?”
“enak aja kalo’ ngomong, aku tuh lagi falling in love tau...”
Mendengar hal itu muka Dony langsung berubah. Dan nada bicaranya pun agak merendah, ngga’ seperti sebelumnya yang sedikit “mbleyer”.
“oh ya? Sama siapa kalo’ boleh tau?”
“aku rasa ini saatnya aku harus jujur sama kamu”
“maksudnya? Kamu ngga lagi bercanda kan? Udah lama sih kita temenan tapi ngga’ ada salahnya kok kalo kita...”
“eits... eits.... jangan dilanjutkan lagi. Di sini aku tegaskan ya! Bahwa aku itu jatuh cinta sama mas Ferdy, tetangga baruku”
Sepetinya lagu milik Olga “hancur hatiku” bisa mewakili perasaan Dony saat itu.
Walaupun hatinya kecewa tapi Dony ngga’ mau memperlihatkan itu padaku. Dia hanya bisa tersenyum mendengar ceritaku tentang Mas Ferdy. Sekitar satu jam kita asyik ngobrol. Tiba-tiba terlihat sebuah mobil melewati depan rumahku. Dan aku tau pemilik mobil itu adalah mas Ferdy. Aku pun menunjukkan kepada Dony, bagaimana mas Ferdy yang aku sukai itu. Tapi saat itu mataku terbelalak, aku ngga’ menyangka akan melihat pemandangan yang menurutku lebih parah daripada penampakan. Dengan tawa riang mas Ferdy keluar dari mobilnya bersama seorang perempuan. Tanpa pikir panjang, aku langsung mendatangi mas Ferdy walupun Dony berusaha keras menghalangiku. “mas Ferdy...!” teriakku.
“ada apa cha? Kok kelihatannya lagi emosi gitu?” tanya mas Ferdy dengan tenang. Rasanya ga’ mungkin aku marah2 ke dia hanya karena saat ini ada seorang cewek lagi bersamanya. Akupun mencari alasan untuk menguatkan hatiku tuk memulai berbicara dengannya. “oh ya mas, buku yang mas pinjam tadi sudah selesai dibaca belum soalnya aku juga mau pinjam buku itu” sungguh alasan yang konyol bagiku. “oh sudah kok, mau pinjam sekarang?”tanya nya ramah. “besok ajalah, kayaknya hari ini mas lagi sibuk” jawabku ketus sambil sesekali melirik ke arah perempuan berjilbab itu. “hampir lupa nih, kenalin ini istri saya. Namanya Anisa, saya baru jemput dari bandara barusan. Soalnya sejak pindah ke sini dia masih ada di Yogyakarta” Jelas mas Ferdy. Betapa hancur hatiku mendengar penjelasan mas Ferdy saat itu. Aku ga’ tahan lagi untuk segera pergi jauh dari sana. Langsung saja ku berlari secepat mungkin yang kubisa. Aku ngga’ perduli baimana keadaan di sana. Yang ku tahu hanyalah berlari dan berlari. Sampai ku terlelah dan ku merasakan pelukan yang begitu hangat dan lekat. Dan kutahu dia adalah Dony.
Aneka Resep Makanan
RESEP KUE WINGKO RASA KEJU
Bahan:
300 gram tepung ketan
50 gram tepung kanji
400 gram gula pasir
500 kelapa muda parut
½ sdm garam
50 gram margarine, cairkan
250 ml santan kental
1 butir telur, kocok lepas
Bahan Tambahan :
100 gram keju cheddar parut
1 kuning telur
Cara Membuat Resep Kue Wingko Rasa Keju:
Alasi loyang ukuran 24×24 cm dengan aluminium foil. Olesi margarine. Sisihkan
Campur tepung ketan, tepung kanji, gula pasir, kelapa dan garam. Aduk rata, sisihkan
Campur santan margarine dan telur aduk rata lalu tuangkan ke dalam adonan tepung tercampur rata
Tuang adonan ke dalam loyang. Bakar adonan dalam oven panas bersuhu 180°C selama 30-45 menit. Angkat.
OLesi permukaannya dengan kuning telur, lalu taburi dengan keju, panggang kembali wingko selama 5-10 menit hingga warnanya kecoklatan
Angkat. Sajikan
RESEP MASAKAN TERUNG SAMBAL TERI
Bahan:
Terung 400 gram, belah memanjang, goreng
Teri medan 100 gram, goreng
Bawang merah 8 butir
Cabai merah 150 gram
Air jeruk nipis ½ sdt
Garam secukupnya
Gula pasir 1 sdt
MInyak Goreng 5 sdm, untuk menumis
Cara Membuat Resep Masakan Terung Sambal Teri:
Campur bawang merah dan cabai merah, tumbuk kasar, sisihkan
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan cabai tumbuk kasar hingga matang
Tambahkan garam, gula pasit dan air jeruk. Aduk hingga tercampur rata, angkat
Atur Terung goreng dalam piring,siram terung dengan sambal
Sajikan.
Untuk 4 porsi
Bahan:
300 gram tepung ketan
50 gram tepung kanji
400 gram gula pasir
500 kelapa muda parut
½ sdm garam
50 gram margarine, cairkan
250 ml santan kental
1 butir telur, kocok lepas
Bahan Tambahan :
100 gram keju cheddar parut
1 kuning telur
Cara Membuat Resep Kue Wingko Rasa Keju:
Alasi loyang ukuran 24×24 cm dengan aluminium foil. Olesi margarine. Sisihkan
Campur tepung ketan, tepung kanji, gula pasir, kelapa dan garam. Aduk rata, sisihkan
Campur santan margarine dan telur aduk rata lalu tuangkan ke dalam adonan tepung tercampur rata
Tuang adonan ke dalam loyang. Bakar adonan dalam oven panas bersuhu 180°C selama 30-45 menit. Angkat.
OLesi permukaannya dengan kuning telur, lalu taburi dengan keju, panggang kembali wingko selama 5-10 menit hingga warnanya kecoklatan
Angkat. Sajikan
RESEP MASAKAN TERUNG SAMBAL TERI
Bahan:
Terung 400 gram, belah memanjang, goreng
Teri medan 100 gram, goreng
Bawang merah 8 butir
Cabai merah 150 gram
Air jeruk nipis ½ sdt
Garam secukupnya
Gula pasir 1 sdt
MInyak Goreng 5 sdm, untuk menumis
Cara Membuat Resep Masakan Terung Sambal Teri:
Campur bawang merah dan cabai merah, tumbuk kasar, sisihkan
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan cabai tumbuk kasar hingga matang
Tambahkan garam, gula pasit dan air jeruk. Aduk hingga tercampur rata, angkat
Atur Terung goreng dalam piring,siram terung dengan sambal
Sajikan.
Untuk 4 porsi
Langganan:
Postingan (Atom)
